Sunday, 4 September 2016

Kenapa Kamu Harus Memilih Mempelajari Bahasa Pemograman Python

Gambar ini diambil dari: www.wikihow.com

Sebagai bahasa pemograman yang lahir cukup lama, dan baru-baru ini sempat terdengar ketenarannya (khususnya di Indonesia). Banyak komunitas-komunitas dumay yang ramai membicarakan bahasa pemograman yang satu ini, sampai telah banyak sekali situs-situs atau blog pribadi yang menyampaikan informasi terkait Python, termasuk saya. Hehehe

Untuk kamu yang baru, dan penuh dengan pertimbangan dalam memilih bahasa pemograman mana yang akan menjadi nichemu nanti. Artikel ini akan mengajak kamu untuk tahu; Kenapa Kamu Harus Memilih Bahasa Pemograman Python.

Artikel ini hanya akan berfokus membahas keunggulan bahasa Python, yang mungkin akan menjadi pertimbangan dalam daftarmu nanti.

Kamu tahu tidak, sebelum kamu, atau master-master, programmer yang bekerja saat ini menggunakan bahasa Python. Mereka dulunya sama persis seperti kamu; penuh pertimbangan. Satu sampai tiga hari pertimbangan ini tak lekas pudar. Ilustrasi:

pilih C atau C++, C++ aja deh. Ah kayanya….
C++ atau C # ya, C# aja lah. Uh kayanya ini deh...
C# atau Java ya, Ih kok malah…

Pusing ya kalau sampe ngebayangin :-)

Sayapun heran ketika melihat teman sendiri mengalami hal sama. Yang menjadi pertimbangan mereka sebenarnya pada apa, mudahnya atau susahnya dipelajari. Kalau yang menjadikan pertimbangan adalah susahnya, sebenarnya anggapan itu salah. Karena sudah pasti bahasa pemograman apapun akan mudah dipelajari (kalau niat). Bisa saja, mungkin yang menjadi problemnya bukan niat atau tidaknya, tapi memang kebanyakan bahasa pemograman susah dipelajari, seperti C, C++, C# maupun Java. Jika kamu sudah tahu bahwa ada bahasa pemograman yang lebih mudah dipelajari, bahkan sudah sampai terkenal, kenapa tidak menjatuhkan pilihanmu ke bahasa pemograman Python.

Kembali ke programmer. Mereka bisanya disebut programmer Python, dulunya ya seperti kamu. Tetapi, ketika mereka menjatuhkan pilihannya ke bahasa Python, sudah tahu kan seperti apa jadinya. Coba tengok, mereka bisa sampai bekerja di perusahaan besar seperti GoogleFlex, YouTube, Facebook. Tentu dengan alasan-alasan berikut mereka memilih bahasa pemograman Python:

1. Python memiliki konsep desain yang bagus dan sederhana, yang berfokus pada kemudahan dalam penggunaan. Kode Python dirancang untuk mudah dibaca, dipelajari, digunakan ulang, dan dirawat. Selain itu, Python juga mendukung pemograman berorientasi objek dan pemograman fungsional.

2. Python dapat meningkatkan produktivias dan menghemat waktu bagi para programmer. Untuk memperoleh hasil program yang sama, kode Python juga jauh lebih sedikit dibandngkan dengan kode yang ditulis menggunakan bahasa-bahasa pemograman lain seperti C, C++,C# maupun Java. Coba lihat ilustrasi gambar dibawah ini (C# tidak termasuk, jadi harus tulis sendiri..):

 Gambar ini diambil dari: www.facebook.com/hackingfryou


//Kode C
#include <stdio.h>
   int main() {
           printf("Hello World")
           return 0;
 }

// Kode C#
using System;
class HelloWorld{
static void Main() {
        Console.WriteLine(“Hello World”);
    }
}


Bagaimana menurut kamu ? Sudah pasti Pyhton lebih sederhana dibanding bahasa-bahasa pemograman lain.

3. Program yang ditulis menggunakan Python dapat dijalankan di hampir semua sistem operasi (Unix, Windows, Mac OS X, dll), termasuk untuk perangkat-perangkat mobile.

4. Python memiliki banyak dukungan pustaka yang dikembangakan oleh pihak ketiga, misalnya pustaka untuk pengembangan web, pengembangan aplikasi visual (berbasis GUI), pengembangan permainan komputer (game), dan masih banyak lagi yang lainnya.

5. Melalui mekanisme tertenu, kode Python dapat diintegrasikan dengan aplikasi yang ditulis dalam bahasa pemograman lain. Sebagai contoh, kode Python dapat dipanggil dari kode C/C++, dan begitu juga perkembangan .NET Framework.

6. Terakhir, Python bersifat gratis atau bebas (free) dan open source, meskipun digunakan untuk kepentingan komersial.

Nah, sudah jelas kan keunggulan yang dimiliki bahasa pemograman Python, dan Kenapa Kamu Harus Memilih Bahasa Pemograman Python :-)

Apakah artikel diatas telah sukses menarik minat kamu ?

Referensi: Budi Raharjo Python Certified 

#Python #Open Source

Saturday, 3 September 2016

Python 2 Atau Python 3 ?

http://learntocodewith.me
Gambar ini diambil dari: http://learntocodewith.me
Sebagian dari Kamu mungkin ada yang bimbang dalam menentukan versi Python mana yang harus dipelajari. Hal ini juga sempat terjadi kepada saya yang saat itu sebagai pemula yang terobsesi ingin menguasai bahasa pemograman Python.

Telah banyak informasi atau artikel yang beredar di internet, bahwa versi 3 dari bahasa pemograman Python lebih baik ketimbang versi 2. Anggapan tersebut bisa saja benar atau mungkin salah. Benarnya, karena mungkin mereka adalah seorang pengembang profesional. Sebaliknya, mereka yang enggan beralih dari Python 2 ke Python 3.

Nah, buat Kamu yang masih bimbang dalam menentukan versi Python mana yang kelak akan menjadi keahlianmu. Semoga artikel ini bisa menjadi referensi terbaik Kamu dalam mentukan Python 2atau Python 3.

Sejak versi 2.7, Python 2 dan Python 3 dirilis secara simultan. Coba Kamu tengok kembali di postingan sebelumnya ‘MengenalBahasa Pemograman Python’. Disana Kamu bisa lihat tanggal rilis antara keduanya, bahwa Python 2.7 masih terus dipertahankan dan diperbaharui sebagai rilis terakhir dari Python 2. Seperti yang telah disebutkan diatas, karena banyak dari mereka (programmer) yang enggan beralih dari Python 2 ke Python 3. Alasanya sederhana, mereka sudah merasa nyaman dalam menggunakan Python 2, dan kebanyakan library (paket dan modul) yang beredar masih menggunakan Python 2 sehingga proses pengembangan aplikasi jauh lebih mudah ketimbang mereka yang menggunakan Python 3. Para pengembang Python Python Software Foundation (PSF) dalam merilis versi 3-nya, mereka bertujuan agar dapat dipergunakan untuk jangka panjang. Fasilitas-fasilitas baru yang saat ini ditambahkan dalam bahasa Python hanya diimplementasikan ke dalam bahasa Python 3 dengan harapan para programmer Python yang fanatik dengan Python 2 secara bertahap bisa beralih ke Python 3, meskipun hal itu sulit untuk dilakukan.

Percaya atau tidak Python 2.7 akan terus dipelihara sampai tahun 2020 mendatang, dan tidak akan ada lagi rilis Python 2.8. Bisa menjadi pertimabangan Kamu lagi nih... :-)

Faktanya dibalik proses produksi software dan buku-buku referensi terkait Python masih dibuat menggunakan Python 2, dan mungkin distribusi Linux yang Kamu pake saat ini juga masih dibungkus dengan Python 2. Bagi Kamu yang terlanjur menggunakan Ubuntu 14.04, tidak perlu khawatir akan adanya Python 3 (versi 3.4.0) sebagai paket distribusinya, karena tetap saja Python Interpreter yang menjadi defaultnya adalah Python 2 (2.7.6).

Sebenarnya tidak terjadi perombakan besar-besaran dari Python 2 ke Python 3. Itu artinya, bahasa dan sintakspun semuannya masih sama. Hanya saja ada beberapa fitur atau kata kunci dari Python 2 yang dihilangkan dan diganti di dalam Python 3. Selain itu, terdapat juga penambahan fitur baru ke dalam Python 3. Tetapi bukan berarti pengguna Python 2 tidak bisa mencicipi Python 3. Karena semenjak ada versi 2.6, komunitas Python telah sukses menyertakan modul __future__ ke dalam Python 2, yang ditulis sebagai berikut:

from __future__ import

Dengan modul __future__, para pengguna masih bisa mencicipi fitur-fitur baru yang terdapat pada Python 3. Selain itu, Kamu juga dapat menyulap total kode Python 2 Kamu menjadi Python 3, dengan tool bantu bernama 2to3 yang terdapat dalam Python 2.

Bagaimana, sudah ketemu jawabannya ?


Referensi: python.org
#Python #2to3 #Ubuntu

Friday, 2 September 2016

Mengenal Bahasa Pemograman Python


Python python



Jika kemarin Kamu telah sukses disuguhi pengetahuan mendasar terkait bahasa pemograman JAVA. Sekarang linuXShare13 kembali menyuguhi hari Kamu dengan bahasa pemograman lain, yang kiat sukses saya pelajari untuk satu bulan terakhir ini. 
 
Lantas bahasa pemograman apa yang saya maksud ?

Mungkin Kamu bertanya-tanya bagaimana seekor ular besar ‘Python’ bisa menjadi simbol dari sebuah bahasa pemogaraman yang sempat populer akhir-akhir ini ;Python. Nah, untuk menjawab pertanyaan ini, linuXShare13 sudah menyiapkan jawabannya dibawah ini, yang dirangkum dari beberapa buku Best Seller terkait Python.

Keriangat dan usaha bisa kamu banyangkan ya Guys :-)

Apa itu Python ?

Python yang mereka tahu adalah sebuah ular besar yang konon katanya menjadi momok bagi penduduk desa yang melihatnya, begitupun penulisnya sendiri yang sekedar mengkhayal ketika seekor ular python masuk rumah dan memangsa makanan di dapur milik kami. :-D

Dalam dunia IT, istiliah Python mengacu ke salah satu dari banyaknya bahasa pemograman yang ada. Python adalah bahasa pemograman komputer, sama layaknya seperti bahasa pemogaraman lain, misalnya C, C++, JAVA, PHP, Perl, dan lain-lain. Sebagai bahasa pemograman, Python tentu memiliki dialek, kosakata atau kata kunci (Keyword), dan aturan tersendiri yang jelas berbeda dengan bahasa pemograman lain.

Bahasa pemograman Python disusun di akhir tahun 1980-an dan implementasinya baru dimulai pada Desember 1989 oleh Guido Van Rossum di Centrum Wiskunde & Informatica (CWI), yang merupakan sebuah riset di bidang matematika dan sains, Amsterdam-belanda sebgai suksesor atau pengganti bahasa pemograman penduhulunya, yaitu bahasa pemograman ABC, yang juga dikembangkan di CWI oleh Leo Geurts, Lambert Meetens, dan Steven Pemberton.

Publikasi pertama bahasa pemograman Python dilakukan oleh Guido Van Rossum pada tahun 1991 dengan label versi pertamanya 0.9.0. Pada tahun 1994, Guido Van Rossum menyusul label versi pertamanya dengan versi 1.0. Tidak bertahan lama Guido Van Rossum sebagai pengembang dari bahasa pemograman Python di Centrum Wiskunde & Informatica (CWI). Pada bulan april 1995 Guido pindah dari CWI ke Corporation for National Research Initialitivies (CNRI), yang merupakan sebuah laboratorium riset Reston, Viginia. Di CNRI, Guido dengan tim barunya terus mengembangkan bahasa pemograman Python, hingga merilis versi terbarunya saat itu di CNRI adalah v.1.3 sampai v1.6, tetapi versi yang menjadi populernya saat itu adalah versi 1.5.2. Pada tahun 2000, perusahaan “dot.com” semarak. Saat itu, Guido dan tim pengembang lain dari CNRI pindah dengan membawa Python ke BeOpen.com, sebuah perusahaan besar startup di California yang banyak merekrut para pengembang open source. Di bawah naungan BeOpen.com, Guido dan tim membentuk PythonLabs yang akhirnya berhasil menciptakan Python dengan versi 2.0. Dari BeOpen.com kemudian tim PythonLabs direkrut oleh Digitals Creations, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pembentukan produk open source untuk Content Management System (CMS). Pada tahun 2001, Guido dan tim PythonLabs memutuskan untuk lepas dari Digitals Creations dan membentuk komunitas baru dengan nama Python Software Foundation (PSF), sebuah organisasi non-profit yang dibentuk sebagai pemegang hak cipta intelektual Python sejak versi 2.1 dan dengan demikian mencegah Python dimiliki oleh perusahaan komersial.

Sebenarnya identifikasi diatas tidak menunjukan bahwa bahasa pemograman Python benar diambil dari sejarah ular besar yang mengerikan. Tetapi, nama Python di pilih oleh Guido sendiri karena kecintaannya pada acara televisi Monty Python's Flying Circus. Oleh karena itu seringkali ungkapan-ungkapan khas dari acara tersebut seringkali muncul dalam korespondensi antar pengguna Python. Berikut ini fitur-fitur dan sejarah rilis dari bahasa pemograman Python.

Fitur
  • memiliki kepustakaan yang luas; dalam distribusi Python telah disediakan modul-modul 'siap pakai' untuk berbagai keperluan.
  • memiliki tata bahasa yang jernih dan mudah dipelajari.
  • memiliki aturan layout kode sumber yang memudahkan pengecekan, pembacaan kembali dan penulisan ulang kode sumber.
  • berorientasi objek.
  • memiliki sistem pengelolaan memori otomatis (garbage collection, seperti Java)
  • modular, mudah dikembangkan dengan menciptakan modul-modul baru; modul-modul tersebut dapat dibangun dengan bahasa Python maupun C/C++.
  • pemrogram tidak perlu melakukan pengaturan ingatan komputer secara langsung.
  • memiliki banyak fasilitas pendukung sehingga mudah dalam pengoprasiannya.

Rilis Python

1. Python 1.0 – Januari 1994
  • Python 1.5 – 31 Desember 1997
  • Python 1.6 – 5 September 2000

2. Python 2.0 – 16 Oktober 2000
  • Python 2.1 – 17 April 2001
  • Python 2.2 – 21 Desember 2001
  • Python 2.3 – 29 Juli 2003
  • Python 2.4 – 30 November 2004
  • Python 2.5 – 19 September 2006
  • Python 2.6 – 1 Oktober 2008
  • Python 2.7 – 3 Juli 2010

3. Python 3.0 – 3 Desember 2008
  • Python 3.1 – 27 Juni 2009
  • Python 3.2 – 20 Februari 2011
  • Python 3.3 – 29 September 2012
  • Python 3.4 – 16 Maret 2014

Bisa Kamu lihat ya guys, bahwa rilis Python berjalan sangat dinamis sekali. Hanya dalam beberapa bulan saja, komunitas Python (Python Software Foundation) sudah mengeluarkan rilis software yang lebih baru.

Meskipun Python sudah lahir cukup lama, akan tetapi ketenaran Python tidak akan pernah pudar di muka programmer Indonesia. Ini juga bisa menjadi bahasa pemograman alternatif Kamu dari banyaknya bahasa pemograman yang ada. :-)

Referensi: van Rossum, Guido (1993). "An Introduction to Python for UNIX/C Programmers", Wikipedia.org, Budi Raharjo Python Certified, Beazley, David M., Python Essential Reference.

#Python #Pemograman #Sejarah

Thursday, 1 September 2016

Install GRUB

install grub grub

Pagi ini kamu akan disuguhi dengan tutorial singkat bagaiamana menginstall GRUB di sistem Linux kamu :-) Semangat...

Nah, bagi kamu yang belum menginstall GRUB saat pertama kali menginstall Linux, tutorial singkat ini akan menjelaskan cara memasang GRUB pada sistem Linuk kamu.

Jika kamu pengguna Linux dengan sistem operasi yang sangat lama sekali, misal Linux RedHat v. . Kamu pasti sudah sedikit berpengetahuan dengan yang disebut LILO. Sebuah program boot-loader yang berfungsi untuk menampilkan menu pilihan pada saat boot. Penjelasan LILO bisa cek disini..

Mungkin juga kamu merasa bosan berlama-lama menggunakan LILO, dan ingin secepatnya beralih ke GRUB. Kamu tidak perlu terburu-buru untuk mengambil langkah ini "Uinstall LILO", cukup pasang GRUB pada MBR. GRUB akan menjadi default boot-loader.

Berikut langkah-langkah menginstal GRUB:

1. Sebelum menginstall GRUB, pastikan untuk menggunakan paket GRUB terbaru yang tersedia atau menggunakan paket GRUB dari instalasi CD-ROM.

2. Pada console, lakukan login sebagai super user (root):


login:root
password:********
 
3. Dari shell prompt, ketikan perintah berikut:


[root@localhost~]#grub install /dev/hda

4. Selanjutnya, reboot system melalui perintah berikut:


[root@localhost~]#Reboot 
   
**Kamu bisa mengganti /dev/hda dengan posisi hardisk kamu yang lain, seperti /dev/hdb, /dev/hdc.



Referensi: Wiki.org, Imam Mustaqim


#GRUB #Install #Tutorial

Pengenalan GRUB


GRUB, grub

Apa itu GRUB ?

GRUB adalah salah satu program boot-loader yang mulai populer akhir-akhir ini. Sebagaimana LILO, GRUB dipasang pada master boot record hardisk atau pada sektor pertama dari partisi hardisk. GRUB mengizikan kita untuk menempatkan intruksi spesifik yang berfungsi untuk memanggil menu GRUB atau pada lingkungan perintah-perintah yang berguna untuk melakukan konfigurasi boot-loader. Dengan demikian, kita bisa memilih sistem operasi mana yang akan kita panggil, ataupun memasukan parameter-parameter khusus pada kernel saat kita ingin boot ke sistem operasi LINUX.

Bagaimana Cara Kerja GRUB ?

Ketika PC kita melakukan booting, BIOS akan melakukan pengecekan terhadap komputer, seperti jumlah RAM, waktu dan tanggal, disk yang terpasang, dan membaca media yang dianggap sebagai boot-media sesuai konfigurasi pada BIOS.

Proses pemanggilan GRUB dan sistem operasi meliputi beberapa tahapan:

1. Memanggil Primary Boot-Loader
Primary boot-loader berisi program dengan ukuran lebih kecil dari 512 bytes karena diletakan pada MBR yang hanya berukuran sebesar 512 bytes, program ini kemudian memanggil secondary boot-loader.

2. Memanggil Secondary Boot-Loader
Seondary boot-loader kemudian membawa kita ke menu pilihan sistem operasi apa yang akan kita jalankan, GRUB menyediakan dua menu pilihan utama, yaitu pilihan menu sistem operasi dan mode boot-loader command.

3. Memanggil Sistem Operasi Pada Posisi Partisi Tertentu
Dalam memanggil sistem operasi, GRUB mendapat intruksi tertentu untuk memanggil sistem operasi tersebut. Intruksi ini bisa kita definisikan melalui konfigurasi GRUB, atau kita ketikan secara manual pada mode boot-loader command.

**Terkadang GRUB tidak mampu membaca Secondary boot-loader karena terletak pada suatu partisi atau file system yang tidak mampu diakses oleh GRUB. Dalam kasus ini, GRUB harus melempar proses boot-nya ke boot-manager dari sistem operasi yang bersangkurtan. Cara ini dikenal dengan sebutan direct loading karena GRUB langsung memberikan “otoritas kendali” secara penuh ke sistem operasi ini diinstal.


Sebagai contoh, jika Anda menginstall DOS/Windows bersama-sama dengan Linux, DOS/Windows secara normal akan menggantikan MBR dengan kode-kode terntentu yang berguna untuk memanggil IO.sys, MSDOS.sys, dan seterusnya. Untuk proses ini, GRUB harus melempar otoritasi booting ke sektor pertama dari partisi tempat DOS/Windows tersebut diinstall. Cara ini biasa disebut dengan chain-loading.

Apa Saja Fitur-Fitur GRUB ?
 

True Command-Bassed
 
Disamping memiliki fitur umum seperti program-program boot-loader lain, GRUB memiliki beberapa fitur yang cukup menarik. Di antarannya, GRUB memiliki “true command-bassed”, yang memiliki fleksibilitas sangat tinggi dalam proses sebelum kita masuk ke dalam sistem operasi tertentu. Kita bisa memberikan parameter khusus ke kernel sistem operasi, kita juga bisa mengumpulkan informasi-informasi tertentu sebelum booting dimulai. Jika dibandingkan dengan LILO, GRUB memiliki mode true command-based yang lebih lengkap dan bervariasi.

GRUB Mendukung Mode Logical Block Addressing (LBA)

LBA meletakan kode konversi pada firmware yang bertujuan untuk proses pencarian data tertentu pada disk, yang digunakan oleh hampir semua tipe SCSI. Sebelum adanya mode LBA ini, hardisk tidak dapat membaca data yang diletakan diatas silinder 1024. Hal ini menyebabkan BIOS tidak bisa membaca data yang diletakan diatas silinder tersebut, sepeti boot-loader ataupun kernel sistem operasi. Dukungan LBA dari GRUB memungkinkan kita meletakan kernel ataupun boot-loader lain yang berada pada posisi diatas silinder 1024 (dengan catatan, BIOS mendukung mode LBA).

Konfigurasi GRUB selalu dibaca dari disk setiap kali proses booting dilakukan. Hal ini untuk mencegah terjadinnya penulisan pada MBR saat memanggil sistem operasi dengan pilihan tertentu.

Kebanyakan boot-loader tidak “cukup cerdik” untuk bisa membaca file konfigurasi saat proses booting berlangsung, seperti pada LILO. Setelah kita melakukan setting konfigurasi lilo.conf kita harus mengetikan perintah yang harus mngganti MBR dengan kode baru sesuai dengan konfigurasi yang kita buat. Tentu ini mempunyaui resiko yang cukup besar, jika Anda salah dalam melakukan konfigurasikan, akibatnya sistem Anda tidak dapat melakukan booting-up sama sekali. Jika Anda menggunakan GRUB, Anda tidak perlu khawatir hal ini akan terjadi karena kesalahan konfigurasi akan memawa Anda pada mode command, dan Anda dapat memanggil kernel sistem operasi secara manual.

GRUB dapat membaca partisi ext2

Fungsi ini memungkinkan GRUB untuk mengakses file konfigurasi, /boot/grub/grub.conf, setiap kali proses booting dilakukan. Seperti yang dijelaskan di postingan sebelumnya bahwa hanya ext3 dan format filesystem terbaru yang hanya memiliki journal system. Meskipun begitu, Anda tidak perlu khawatir tentang penggunaan ext2 yang tanpa journal untuk /boot sistem Anda. karena, Anda tidak mungkin untuk memiliki operasi tertulis yang luar biasa terjadi di /boot filesystem selama komputer mati kecuali Anda upgrade kernel.


Referensi: Imam Mustaqim, unix.stackexchange.com


#BRUB #File System #Unix

Pemograman JAVA Dengan JOptionPane di Linux


http://www.linuxshare13.com/2016/09/PemogramanJAVADenganJOptionPanediLinux.html

Baik Linuxer, kali ini linuXShare13 akan memberikan sedikit pemahaman terkait bahasa pemograman yang akhir-akhir ini populer di kalangan mereka pecinta pemograman tentunya. Bagi kamu yang sudah lihai dengan bahasa pemograman java, sudah mengerti dong apa itu java :-D. Walaupun begitu, linuXShare13 akan tetap memberikan pengalaman ini bagi mereka yang baru saja mengenal java, atau mungkin tertarik untuk menguasai pemograman java. Bisa jadi referensi nih artikel & tutorial dibawah ini :-)

Baik, sebelum ke tutorial JoptionPane. Ada baiknya kita tahu apa itu java, dan karakteristik yang dimiliki oleh bahasa pemograman java.

Java adalah bahasa pemrograman yang berorientasi objek (OOP) dan dapat
dijalankan pada berbagai platform sistem operasi. Perkembangan Java tidak hanya
terfokus pada satu sistem operasi, tetapi dikembangkan untuk berbagai sistem
operasi dan bersifat open source. Adapun karakteristik yang dimiliki oleh bahasa programan Java sbb:

  • Sederhana
  • Berorientasi Objek
  • Dapat didistribusi dengan mudah
  • Interpreter
  • Robust
  • Aman
  • Architecthure Neutral
  • Portable
  • Performance
  • Multithereaded
  • Dinamis

Sudah tahu kan, apa itu java ?
Diatas sudah jelas, bahwa java merupakan bahasa pemograman yang (OPP). Selain itu, java juga memiliki karakteristik yang mungkin tidak dimiliki oleh bahasa pemograman lain, itu artinya bisa menjadi pilihan terbaik kamu untuk dikuasai.

Nah, dibawah ini merupakan tutorial tentang penggunaan JoptionPane dalam java, yang diambil dari javac.swing package. Fungsi dari Joption itu sendiri, yaitu untuk memudahkan memunculkan dialog box standard yang memberikan kepada user sebuah nilai atau menginformasikan sesuatu.

Step 1: Membuka Terminal

Tahap ini ada dua cara untuk dilakukan, pertama dengan meng-klik2x pada icon termnial atau dengan menggunakan tombol Shorcut atau CTRL + ALT + T.

Step 2: Lokasi

Lokasi menunjuk ke sebuah direktori yang digunakan untuk menyimpan sebuah file java.

Step 3: Membuat <NamaFile>.Java

.Java artinya ektensi yang digunakan, kamu bisa membuat file .Java dengan bantuan TextEditor bawaan terminal seperti cat atau semacamnya.

3.1 Menggunakan Cat

~#cat > contoh.java

3.2 Gunakan JOptionPane dari javac.swing Packages

import javax.swing.JoptionPane;
public class contoh.java
{
 public static void main( String[] args )
{
String nama = "";
nama = JoptionPane.showInputDialog("Masukan Nama Anda");
String msg = "Hello " + nama + "!";
JOptionPane.showMessageDialog(null, msg);
}
}

Keterengan : 
 
Statement pertama,

import javax.swing.JOptionPane;

Menjelaskan bahwa kita mengimpor class JoptionPane dari package javax.swing.
Perintah diatas juga bisa ditulis seperti ini:

import javax.swing.*;

Tanda whildchard(*) seperti diatas berfungsi untuk mengeluarkan class yang berada dalam package javac.swing, dan selanjutnya kita bisa menggunakan class-class tersebut dalam program kita.

Pernyataan,

nama = JOptionPane.showInputDialog("Masukan Nama Anda");

Membuat sebuah input dialog JOptionPane, yang akan menampilkan dialog dengan
sebuah pesan, sebuah textfield dan tombol OK. Hasil dari dialog tersebut adalah String dan disimpan ke dalam variabel nama.

Sekarang mari kita buat pesan Hello, dan menyimpannya ke dalam variabel msg,

String msg = "Hello " + nama + "!";
Baris selanjutnya adalah menampilkan sebuah dialog yang berisi sebuah pesan dan
tombol OK,

JOptionPane.showMessageDialog(null, msg);

3.3 Compile & Run
Setelah semuannya selesai, sekarang kamu bisa menyimpan hasil koding kamu menggunakan shortcut CTRL-D. Untuk menjalankan hasil koding kamu, pertama, gunakan javac namafile.java yang berguna untuk mengkompilasi program yang telah kamu buat, dan dilanjtukan dengan mengetikan java contoh untuk menjalankan program java kamu.

~$ javac contoh.java
~$ java contoh

**Selama pengkompilasian, javac menambah file ke dalam disk yang disebut [filename].class, atau dalam hal ini, contoh.class yang merupakan sebenarnya. 

Referensi: jENI Ebook
 
#Java #Terminal #Tutorial

Friday, 29 July 2016

Cara Membuka Paket Yang Berektensikan Tar.gz


Saat anda mendownload sebuah paket sumber, pada umumnya pkate tersebut berupa file yang didapatkan atau yang arsipkan  dengan ekstensi .tar.gx atau .tgz. File-file semacam ini dalam Linux disebut dengan istilah "tarballs". Walaupun tar.gz dan .tgz adalah sama, namun biasanya ada sejumlah paket yang diformat .tgz untuk pkgtool di Slackware. Format .tar.gz biasanya bersifat generik untuk semua ditribusi Linux. JIka anda mendownload file LinuxSahre.tar.gz lewat Windows, biasanya namanya akan berubah menjadi LinuxShare_tar_gz. Ini berhubungan dengan masalah pemberian nama file pada OS yang bersangkutan. JIka demikian anda dapat mengubah namanya sebelum dipakai untuk Linux.

Dalam artikel ini saya contohkan sebuah file Clementine-1.2.3.tar.gz yang berada pada direktori Downloads/Software untuk mencoba membuka atau mememarkannya pada dirwktori /tmp. Adapaun perintahnya sbb:

~# Cd /Downloads/Software

berikutnya:

~# tar xvzf Clementine-1.2.3.tar.gz

Dengan anggapan bahwa file yang ingin Anda buka adalah Clementine-1.2.3.tar.gz. Anda juga bisa melakukannya dengan perintah berikut:

~# gunzip Clementine-1.2.3.tar.gz 

berikutnya:

~# tar xvf Clementine-1.2.3.tar.gz 

Biasanya proses ini akan membuat sebuah direktori baru sesuai dengan nama paketnya, misalnya /tmp/Clementine-1.2.3. Langkah berikutnya adalah masuk ke direktori sementara untuk memulai pembangunan aplikasi (install).

Referensi: Imam Musthaqim




Tuesday, 26 July 2016

Format/Erase CD-RW Menggunakan K3B

K3B (Kde Burn Tools) adalah aplikasi Linux dengan lisensi GNU GPL yang digunakan sebagai tool yang berhubungan dengan CD dan DVD seperti menyalin file (back up), burning, disk copy, menyalin iso, audio & video CD dan lain-lain.


Salah satu tools-nya yang cukup menarik peminat akhir-akhir ini yaitu tool Format/Erasing. Sebuah tool yang memungkinkan Anda mengkosongkan kembali CD/DVD dengan kurun waktu yang sangat singkat. Dibawah ini akan diberikan tutorial tentang bagaimana seseorang mem-format CD-nya menggunakan K3B.


Step 1: Buka K3B(Kde Burn Tools)

Buka K3B Anda dengan mengklik icon yang terdapat pada Desktop atau melalui terminal dengan mengetikan perintah ~$k3b, sebelumnya Anda harus masuk sebagai root.



Step 2: Format/Erase Rewitable Disk
Setelah berhasil membuka K3B dan masuk di layar awal, close dialog tips, dilanjutkan dengan mengklik Tools tepat berada dibagian header. Kemudian pilih Format/Erase Rewitable Disk dan akan muncul dialog seperti berikut:



/2016/07/FormatataueraseCDatauDVRWMenggunakanK3B.html


Selanjutnya pilih media CD/DVD yang terhubung, kecepatan auto, dan dibagian Settings centang kedua-duannya. Kemudian klik Start untuk memulai membersihkan. Jika muncul "Action Dialog Setting", pilih yang di recomendasikan atau Default Setting. 


Ini akan memakan waktu tergantung seberapa besar data yang terdapat pada CD/DVD-RW Anda. 

Arikel terkait lainnya: