Showing posts with label Desktop. Show all posts
Showing posts with label Desktop. Show all posts

Friday, 9 September 2016

Desktop Environment KDE ~ Desktop Manager Pertama Untuk Linux



Desktop environment atau yang disebut KDE adalah sebuah desktop manager yang dijalankan dari Window Manager KWM, yang ditulis menggunakan bahasa Qt untuk melakukan render grafis.

KDE adalah software ?

Benar ungkapan kalimat diatas, bahwa KDE adalah software window manager, yang memanfaatkan lingkungan X Window pada Linux sehingga kita dapat melihat tampilan desktop yang menarik (User-Friendly). KDE merupakan desktop manager pertama untuk Linux yang dikembangkan oleh Matthias Ettrich pada tahun 1996. Selain bertujuan memudahkan penggunanya dalam menggunakan Linux, dalam perkembanganya KDE juga menyertakan program aplikasi multimedia, grafis, dan perkantoran.

Contoh program perkantoran yang disertakan, misalnya K Word (program pengolah kata), K Presentation (program pengolah presentasi), Kspreadsheet (program pengolah spreadsheet layaknya Excel pada Windows), dan Korganizer (program untuk mengelola jadwal dan waktu). Semua program perkantoran tersebut terintegrasi ke dalam paket aplikasi KOffice.

Contoh program multimedia, misalnya Amarok (program audio player), K3B (progam burning), Kwave (program edit suara), Dragon Player (program video player), Kmix(program sound mixer), dan masih banyak lagi.

Contoh program grafis, misalnya KFax (program fax viewer), Kolour Paint (program menggambar layaknya Paint pada Windows), KRuler (program pengatur screen), KSnap shot (program mengambil cuplikan layar), KPhoto Album (program koleksi album), dan masih banyak lagi.

Keindahan KDE sekarang ini tidak lepas dari jasa developer software khususnya Richard Moore yang tertarik dengan ide dari Matthias Ettrich. Dari tangan Richard More, KDE menjadi program desktop yang lengkap seperti sistem operasi Windows, dengan tambahan aplikasi untuk File Manager, Terminal Emulator, Help System, dan Display Configuration Tool serta aplikasi lain seperti pengaturan suara dan desktop theme.

KDE sekarang sudah mencapai versi 16.08.1 dengan tambahan kemampuan grafis yang semakin meningkat dan lebih halus dari versi-versi sebelumnya. KDE juga dilengkapi dengan Kaandlf Useful tips, yang selau hadir saat start up sejak KDE versi 1 sampai versi 16.08.1 sekarang.

KDE diaktifkan saat log in pertama kali ke sistem Linux. Sebagai tambahan, KDE desktop manager mempunyai tiga bagian utama yaitu: desktop, Kicker, dan Taskbar.

Referensi: Penerbit Andi, kofice.kde.org, https://www.kde.org/applications/graphics/

#Linux #KDE #Desktop

Tuesday, 6 September 2016

Apa Hubungan Antara X Window, Window Manager dan Desktop

 Gambar ini diambil dari: www.linuxshare13.com

Bagaimana X Window, Window Manager dan Desktop Bekerja ?

Seperti yang telah disebutkan pada postingan sebelumnya “Mengenal X Window~ Kenapa Linux Lebih User-Friendly”, X Window sebagai portal untuk memungkinnya akses tampilan grafis
desktop manager.

Dari sepanjang ayat yang tertulis diatas, mungkin sebagian dari Kamu belum cukup untuk mengerti apa maksudnya. Dan sedikit mengulang, X Window (atau X11 atau X) adalah sistem grafis dan windowing bagi sistem operasi UNIX dan sistem-operasi-mirip-UNIX (Linux) yang dikembangkan di Massachusetts Institute of Technology (MIT) sejak tahun 1984.
Dengan menggunakan X Window dan aplikasi Window Manager, sebuah komputer dengan sistem operasi UNIX atau Linux dapat memiliki sistem GUI (Graphical User Interface).

Coba kita tengok ke ayat yang di tebalkan dan digaris bawahi. Ini berarti, ketiga-nya saling berhubungan satu sama lain. Agar semuanya dapat terhubung dan saling berkomunikasi, X sendiri menerapkan model client-server untuk mencapai perangkat yang digunakan klien melalui jaringan yang disebut server. Server merupakan program tunggal, yang mengontrol layanan dari sistem X, baik itu dari grafis yang digunakan, keyboard, mouse, dan layanan perangkat lunak seperti font dan warna. Semua input dan output sebenarnya disalurkan melalui program ini.

Program-program yang ingin mengakses layar disebut klien. Program-program ini memanggil fungsi dari perpustakaan X untuk melakukan input dan output dan begitu independen dari perangkat keras yang sebenarnya. Program ini dapat berjalan di komputer manapun pada jaringan, tidak hanya pada komputer yang sama sebagai layar. Salah satu perpustakaan X memungkinkan mereka; klien untuk membuka koneksi ke server.

Mungkin Kamu sempat di bingungkan lagi dengan satu paragraf diatas, kita ambil ayat pertama yang menjadi bagiannya, yaitu “Program-program yang ingin mengakses layar disebut klien” ? Jadi, maksudnya bahwa program-program ini yang diebut Window Manager. Window Manager adalah sebuah aplikasi yang dirinya merupakan klien X, dengan tanggung jawab untuk mengelola penampilan dan penempatan jendela pada layar.

X serever itu sendiri tidak memiliki peran dalam menentukan penampilan layar, atau pengguna yang diizinkan untuk melakukan sesuatu pada layar. Itu adalah tugas dari window manager. Sebagai contoh, beberapa window manager memungkinkan kita untuk klik dua kali pada jendela bar dan menggulung jendela ke dalam judul bar seperti window shade atau bisa juga disebut shading.
Mungkin ada beberapa window manager yang tidak memiliki fitur; menggulung jendela, klik dua kali pada jendela bar. Sebenarnya X tidak pernah pedui akan itu, karena pekerjaan X server hanya untuk memberikan dukungan tingkat rendah sehingga window manager dan aplikasi lainnya dapat jalan atau tidak. Itu tergantung mereka, karena mereka memilih.

Demikian pula window manager mengurus penampilan dan penempatan jendela; itu tidak menentukan apa yang terjadi di dalamnya. Jendela mungkin jendela terminal atau yang disebut xterm dimana pengguna menjalankan perintah standar UNIX, atau mungkin menjalankan aplikasi klien X seperti kalkulator, web browser, atau sesi Emacs. Ini beberapa aplikasi klien yang berjalan di jendela yang menentukan apa yang terjadi di dalam window.

Lalu yang dimaksud Desktop adalah ?

Kebanyakan orang saat ini menjalankan salah satu lingkungkan desktop, KDE atau GNOME. Desktop adalah software yang disebut KDE atau semacamnya, yang berfungsi menyediakan lingkungan grafis terintegrasi dimana semua aplikasi dan jendela memiliki tampilan umum, nuansa atau yang disebut user-friendly. Bisa dikatakan desktop lebih dalam menyediakan lingkungan grafis, dibanding window manager. Lingkungan desktop juga mencangkup manajemen sesi, untuk menyimpan dan memulihkan sesi pekerjaan Kamu. Tetapi jika Kamu melihat di bawah (Panel), Kamu masih akan menemukan X Window System mengelola layar, dan Kamu akan menemukan sebuah window manager duduk diantara X dan desktop. Coba lihat kedua contoh gambar window manager dan desktop agar mengerti apa yang dimaksud dengan yang tertulis diatas.

> G.Panel (Window Manger)

Gambar ini diambil dari: www.linuxshare13.com

> G.Word (Desktop)

 Gambar ini diambil dari: www.linuxshare13.com

Kamu bisa lihat bagaimana window manager menampakan dirinya, yang menampung segala manajemen sesi dari desktop, atau dalam hal ini window manager bisa digambarkan sebagai garis panjang atau Panel. Sedangkan desktop menampilkan aplikasi yang sedang digunakan dengan jendela atau tampilan yang lebih nuansa. Yang jadi pertanyaan kembali, bagaimana saya melihat X yang saat itu mengelola layar ?

Sebenarnya kita tidak akan bisa melihat bagaimana X menjalankan tugasnya, karena X tersembunyi dua tingkat ke bawah dari desktop. Diabwah ini merupakan konsep X Window atau ketiganya saling bekerja.

Gambar ini diambil dari: https://www.x.org/wiki/guide/concepts/

Semoga di lain waktu saya bisa menyempatkan untuk menjelaskan maksud dari gambar di atas :-)



 

Monday, 5 September 2016

Mengenal X Window ~ Kenapa Sekarang Linux Lebih User-Frendly

Ketika mendengar ayat User-Friendly kita pasti akan merujuk ke satu sistem operasi, yang disebut Windows. Hal ini karena Windows menawarkan banyak fasilitas-fasilitas yang tentu memanjakan mereka para penggunanya, salah satunya dengan fasilitas antarmuka grafis (GUI). Fasitiltas ini kerap mejadi tampilan yang enak di pandang. Maka tidak heran jika mereka lebih memilih Windows dibanding sistem operasi lain. Dua atau empat tahun yang lalu, sistem operasi ini telah banyak dianut untuk dijadikan pedamping di segala aktifitas mereka, termasuk mereka yang bekerja untuk perkantoran, game, programmer, dan sebagainya. Tapi, apakah hanya Windows yang dapat menganut banyak penggunanya, terutama di Indonesia ?

Selama satu dekade ini kita telah dimudahan dengan sistem operasi komputer yang berbasis Windows. Tapi setelah adanya pemberlakuan dan penetapan UU HaKi yang berimbas pada pelanggaran dan pemberian sanksi hukum bagi para pengguna sistem operasi bajakan, Windows bersama variannya boleh jadi kurang diminati lagi saat ini.

Kamu tahu tidak ? Sejauh ini Linux sudah berkembang sangat pesat, dan telah banyak diminati oleh mereka yang mungkin pengguna Windows sebelumnya. Berita baiknya, bahwa GNU/Linux sekarang lebih User-Friendly dibandingkan Windows. Hal itu, tindak tanpa usaha mereka sebagai pengembang Linux. Kita patut bersyukur dan berterima kasih kepada Matthias Ettrich sebagai pengembang KDE (Desktop Manager) pertamanya di tahun 1996.

Berbicara User-Friendly, hal ini tidak lepas dari yang namanya X Window sebagai portal untuk memungkinkannya akses tampilan grafis desktop manager. Nah, Artikel ini akan membahas singkat tentang X Window pada Unix/Linux.

Apa itu X Window ?

Pengguna awam mungkin beranggapan bahwa Unix dan Linux itu semata-mata bekerja pada console dengan tampilan yang kurang menarik. Unix dan Linux pada perkembangannya memiliki tampilan yang menarik seperti Windows, dengan fasilitas antarmuka grafis (GUI) yang dinamakan X Window. Berdasarkan informasi yang diambil dari Wikipedia.org, X Window (atau X11 atau X) adalah sistem grafis dan windowing bagi sistem operasi UNIX dan sistem-operasi-mirip-UNIX (Linux) yang dikembangkan di Massachusetts Institute of Technology (MIT) sejak tahun 1984. Dengan menggunakan X Window dan aplikasi Window Manager, sebuah komputer dengan sistem operasi UNIX atau Linux dapat memiliki sistem GUI (Graphical User Interface) seperti KDE, Gnome, XFce, dll. Referensi lain yang dikutip dari situs http://www.linuxdevcenter.com, bahwa X atau X11 dikembangkan sebagai bagian dari Project Athena, upaya kerja sama antara MIT, IBM, dan Digital Equipment Corporation untuk mengembangkan jaringan terminal rekayasa heterogen yang dapat digunakan untuk tujuan pengajaran. Versi saat ini, X11, dirilis pada tahun 1987 dan sekarang sampai dengan X11 rilis 7, yang dikenal sebagai X11R7. Namun, untuk versi X Window yang digunakan pada platform Linux dengan nama XFree86 saat ini dengan versi XFree86 4.8.0 yang dirilis pad Desember 15, 2008.

Mungkin yang akan jadi pertanyaan Kamu adalah bedanya XFree86 dan X11/X.org itu ? Singkatnya, XFree86 merupakan X Window untuk distro-distro lawas (tua) seperti Redhat 9.0. Sedangkan X.org/X11, X Window yang dikembangkan untuk distro-distro baru seperti Ubuntu 10 atau keluarga Debian lainnya yang lebih baru. Meskipun, XFree86 merupakan X Window yang lama sekali, tetapi dari semua versinya sudah mendukung berbagai macam jenis kartu grafis dan memudahkan Kamu dalam melakuakn konfigurasi kartu grafis. Pastinya sudah User-Frendly... :-)
 
Dibawah ini merupakan hasil screenshot yang diambil dari Linux Mint 18 Sarah dengan X Window X11R7 dan sedikit perombakan pada program Desktop Cinnamon. 

 Gambar ini diambil dari: www.linuxshare13.com

  Gambar ini diambil dari: www.linuxshare13.com

  Gambar ini diambil dari: www.linuxshare13.com 

Refrensi: Wikipedia.org, http://www.linuxdevcenter.com/pub/a/linux/2005/08/25/whatisXwindow.html,  http://forum.linux.or.id

Monday, 18 July 2016

7 Macam DESktop ENVironment di Linux Paling Terkenal


Ada berbagai macam DE(Desktop Environtment)Linux. Tidak seperti Windows atau Mac yang tampilannya monoton hanya itu-itu saja. Definisi Dekstop Environment adalah tampilan antar muka grafis yang menghubungkan antara pengguna dengan sistem Linux, atau orang biasa menyebutnya dengan tampilan GUI.

Secara Default, Ubuntu sudah menyertakan Unity sebagai tampilan default, nah jika anda bosan dengan Unity maka anda dapat mengganti Unity dengan DE lain misalnya GNOME, Cinnamon, KDE dll. Selengkapnya... 



Publishing By LINUX MINT ID